Klomtan Ternak Sri Mulih Jadi Percontohan Massalkan Pupuk Organik
SAAT ini pemerintah tengah menggalakkan pemakaian pupuk kompos organik, khususnya untuk petani. Sebagai salah satu usaha memasyarakatkan hal itu di Kota Salatiga, Kelompok Tani (Klomtan) Ternak Sri Mulih, Kelurahan Tingkir Lor, Kecamatan Tingkir, belum lama ini mendapat bantuan pemerintah pusat.
Bantuan yang diperoleh meliputi pengadaan ternak sapi, kandang, rumah kompos, mesin pembuat kompos dan kendaraan roda tiga. Ketua Kelompok Tani Sri Mulih Rohmat Suharto (48), mengatakan, Sri Mulih adalah salah satu dari 41 kelompok tani ternak dari seluruh Indonesia yang mendapatkan bantuan. ”Penyerahan bantuan diberikan di Makasar,” kata dia didampingi Solikhin (42) anggota kelompok tani ternak itu ketika ditemui.
Subsidi Pupuk Dikurangi Menurutnya, bantuan yang diberikan itu untuk memassalkan penggunaan pupuk organik kepada masyarakat, khususnya para petani. Pasalnya, pada sekitar Maret-April mendatang subsidi pupuk akan dicabut atau dikurangi oleh pemerintah. Menurut Rohmat, dengan bantuan itu diharapkan mereka bisa membuat pupuk kompos organik yang berasal dari kotoran sapi ternak mereka. Untuk pembuatan pupuk organik, mereka mendapatkan pembinaan dan pelatihan dari Dinas Pertanian (Distan) Kota Salatiga.
”Sebagai tahap awal, pupuk organik buatan kami akan diujicobakan pada tanaman milik anggota kami terlebih dahulu,” katanya. Nantinya, jika telah memungkinkan, mereka akan memproduksi pupuk organik untuk dipasarkan di Kota Salatiga. Sehingga mereka bisa membantu program pemerintah guna memassalkan pupuk organik. Pupuk jenis itu saat ini memang dimassalkan penggunaannya karena memiliki kelebihan dan keunggulan bila dibanding pupuk kimia atau anorganik.
Di antaranya, sifatnya yang sangat ramah lingkungan, juga mampu menghasilkan produksi yang lebih baik dibanding pupuk kimia dan bisa dibuat dalam skala kecil atau oleh rumah tangga. Saat ini Kelompok Tani Ternak Sri Mulih memiliki anggota sebanyak 30 orang.
Pada awalnya, mereka adalah kelompok tani ternak yang nggaduh sapi bantuan pemerintah. Karena dinilai berhasil, mereka pun mendapatkan kepercayaan yang lebih besar. Bantuan dari pemerintah yang mereka terima itu merupakan sebuah tanggung jawab dan kepercayaan yang harus dijaga dengan baik.
Lurah Tingkir Lor Bambang Setiaji SH mengatakan, Kelompok Tani Ternak Sri Mulih merupakan kelompok tani ternak percontohan untuk memassalkan penggunaan pupuk organik bagi para petani. Para anggota adalah para petani yang berasal dari Tingkir Lor. ”Selama ini mereka mendapatkan pembinaan dan pengawasan dari Dinas Pertanian,” jelasnya. (Basuni H-16)
Lurah Tingkir Lor Bambang Setiaji SH mengatakan, Kelompok Tani Ternak Sri Mulih merupakan kelompok tani ternak percontohan untuk memassalkan penggunaan pupuk organik bagi para petani. Para anggota adalah para petani yang berasal dari Tingkir Lor. ”Selama ini mereka mendapatkan pembinaan dan pengawasan dari Dinas Pertanian,” jelasnya. (Basuni H-16)
www.suaramerdeka.com 3/2/2010

























































